Minggu, 16 Juni 2013

Tugas Sebagai Hamba Allah

Yang paling membuat hidup ini tidak nyaman adalah rasa bingung dan ragu-ragu. Yang paling membuat hidup ini tidak enak adalah ketidakjelasan. Kejelasan membuat kita dapat mengambil keputusan dengan tepat. Setiap yang meragukan membuat kita tidak bisa bersikap dengan jelas. Di dalam hidup kita pun, apabila kita belum mengenal peta hidup ini dengan jelas, kita akan gamang dan ragu. Dan ini sangat melelahkan dalam hidup.

Harusnya hidup yang hanya satu kali inijelas siapa kita, siapa Tuhan kita, siapa yang menjamin kita, mau kemana, apa yang bahaya, apa yang membuat selamat. Kalau sudah jelas, kita tidak akan bingung lagi.


Satu yang harus jelas bagi kitasiapa diri ini? Kita ini adalah manusia yang diciptakan oleh Allah, diurus oleh Allah dan dimatikan oleh Allah. Kita ini adalah makhluk yang tugasnya menjadi hamba Allah, mengabdi kepada Allah. Siapakah Allah? Allah adalah pemilik, penguasa jagad semesta ini yang mengatur segalanya dengan sempurna, detail dan cermat. Yang mencukupi rejeki, yang menyehatkan, menentramkan batin, yang punya apa pun yang kita inginkan, yang kekuasaannya mutlak. Apa yang diinginkan Allah pasti terjadi dan apa yang tidak diinginkan Allah tidak akan terjadi.

Tugas kita di dunia ini adalah menjadi hamba Allah. Mematuhi apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang. Perkara rejeki, mutlak adalah janji Allah. Kalau kita patuh, kita akan dicukupi dan tidak ada keraguan.

Kalau hati kita yakin kepada Allah, pasti akan dicukupi. Yang kita cari adalah berkah dari amal saleh kita. Allah menciptakan kita sudah dengan rejeki kita, tidak ada keraguan. Siapakah manusia? Manusia adalah makhluk yang tidak bisa memberi manfaat tanpa ijin Allah dan tidak bisa memberi mudarat tanpa ijin Allah. Tidak perlu kita memelas kepada manusia, karena manusia tidak dapat mendatangkan apapun tanpa ijin dari Allah penguasa alam semesta ini.

Kita bergaul dengan manusia bukan untuk menuhankan manusia. Kita bergaul dengan manusia karena Allah memerintahkan kita bergaul dengan cara yang baik. Kita berbuat baik, bukan agar orang menghargai kita. Kita berbuat baik karena ini diperintahkan Allah kepada kita. Manusia hanya jalan dari ketentuan Allah, bukan sumber. Manusia bukan pemberi rejeki, hanya jalan sampainya rejeki kita. Tugas kita adalah menjemput rejeki dengan cara yang halal.  

(KH. Abdullah Gymnastiar, Penasihat dan Pembina DPU Daarut Tauhiid)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar