Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juli 2013

Sanlat Liburan: Mencerdaskan, Menyenangkan

www.dpu-online.com
"Siapa di sini yang ingin jadi orang sukses? Siapa di sini yang ingin jadi orang hebat?" Tak ada satu orang pun yang tidak mengangkat tangannya. Riuh rendah tawa, tepuk tangan dan celoteh peserta sanlat liburan menggema di ruang utama Mesjid Al-Wafa Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Wafa, Kampung Ciherang, Kecamatan Banjaran. 

Dalam deretan peserta terlihat sosok yang selalu ceria dan antusias menyimak setiap materi. Namanya Ririn Sulistyaningsih. Siswa kelas VIII SMP Umi Kultsum Banjaran ini merupakan salah satu peserta sanlat liburan yang diadakan oleh Lembaga AmilZakat Nasional Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid DT. 

Bocah yang lahir 13 tahun lalu ini, dilahirkan dalam keluarga sederhana. Ibunya berprofesi sebagai pedagang. Tapi kondisi itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus bersekolah. 

Semangatnya tersebut tidak sia-sia. Ririn berhasil memperoleh beasiswa untuk sekolahnya. Ririn yakin dengan sekolah dan rajin belajar, ia dapat mencapai cita-citanya menjadi seorang guru. Sebuah cita-cita yang  mulia. Karena menurut Ririn, jika menjadi seorang guru ia bisa berkontribusi mencerdaskan bangsa. 

Meskipun sudah ditinggalkan oleh ayah tercinta ketika usianya dua tahun, Ririn tumbuh menjadi sosok yang ceria, selalu semangat, ramah, dan pintar. Karena sifatnya itu, ia memiliki banyak teman. 

Dengan senyum yang terus mengembang pada wajah anak kelima dari lima bersaudara ini, Ririn menceritakan saat akan mengikuti sanlat liburan. Tadinya ia merasa ragu meminta ijin pada ibunya. Takut tidak diberi ijin. Tapi, setelah mencoba ternyata ibunya mengijinkan bahkan memberikan Ririn pesan agar semangat dan sungguh-sungguh mengikuti sanlat. 

Perjalanan yang harus ditempuhnya lumayan jauh, sekitar satu jam untuk sampai ke lokasi sanlat liburan. Tapi itu tidak menjadi kendala baginya. Semangat untuk belajar terus ia perlihatkan. 

Semangat dan antusiasnya dalam mengikuti sanlat pun membuahkan hasil. Ririn memperoleh predikat sebagai peserta terbaik sanlat liburan. Namun, itu tidak membuatnya tinggi hati. Justru membuatnya bertekad menjadi lebih baik dari sebelumnya.  

Sanlat liburan ini diadakan selama dua hari, yaitu Rabu (13/7) dan Kamis (14/7), diikuti sebanyak 130 peserta siswa SD dan SMP se-kecamatan Banjaran, Bandung . Tujuannya untuk mencetak generasi yang berimtak dan berimtek. Termasuk juga mengisi liburan sekaligus menyambut bulan suci Ramadan 1432 H. 

Hari pertama, diisi berbagai materi motivasi, lalu diakhiri dengan qiyamul lail bersama. Hari kedua, full outdoor(kegiatan luar ruangan), yaitu diisi dengan berbagai simulasi dan diakhiri dengan pembagian hadiah serta door prize bagi untuk para peserta. Sebelumnya kegiatan serupa diadakan di Kecamatan Tanjung Medar, Sumedang, Ahad (26/6) hingga Senin (27/6). (Neni Nur Fauziah/2011)


Sumber: http://www.dpu-online.com/news/detail/1594

Selasa, 23 Juli 2013

Bersahabat Anjal: "Thanks You, Mister!"

www.dpu-online.com
Sabtu (6/8) sore, terlihat seorang bule melintas di tengah kerumunan anak-anak jalanan di perempatan Simpang Dago, Bandung. Serempak mereka yang sedang mengikuti kegiatan Buka Puasa Bersama Sahabat Anak Jalanan (Bersahabat Anjal) Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid, menyapa dengan bahasa Inggris seadanya. 

"Hi Mister, how are you?" sapa mereka. Bule itu pun tersenyum. Tak disangka, semenit kemudian ia kembali dengan sekantong plastik penuh uang receh yang diserahkan kepada panitia Bersahabat. Melihat itu, anak-anak jalanan tersenyum sumringah. Bagaikan ketiban rezeki tak disangka-sangka, karena selain uang receh dari sang bule, mereka juga memperoleh doorprize dari panitia, dilanjutkan dengan makanan berbuka puasa. Wah, asyiknya!

Ramadan memang merupakan momen berbagi kasih kepada sesama. Bagi DPU Daarut Tauhiid, salah satu wujudnya adalah melalui program berbuka puasa dengan kelompok marjinal di masyarakat (anak jalanan). Tahun ini, Bersahabat Anjal rencananya dilaksanakan di sepuluh titik di Kota Bandung. 

Sebelum kegiatan di perempatan Simpang Dago, telah dilakukan kegiatan serupa di bunderan Jalan Dr. Otten (perempatan Pasteur), Jumat (5/8).  

Tak berapa lama setelah azan magrib terdengar, sebanyak 50 paket makanan berbuka sudah habis dibagikan. Ternyata, peserta jauh lebih banyak dari jatah kupon yang disediakan. Tak tega melihat raut kecewa dari mereka yang tak kebagian jatah, salah seorang peserta berinisiatif membagi makanan yang didapatnya. 

"Alhamdulillah, senang sekali. Biasanya cuma ngebatalin pake gorengan aja, sekarang malah dapat nasi dus. Tapi ada yang ga kebagian, jadi saya bagi dua," ujar Yusuf. Siswa kelas 3 SMP itu mulai mengais rezeki di jalanan (mengamen) sejak kelas 1 SMP untuk membiayai sekolahnya. 

Yusuf termasuk anak yang beruntung jika dibandingkan dengan Jaka (11 tahun), temannya sesama anak jalanan. Jaka dikeluarkan dari sekolahnya sejak kelas 3 SD di Garut, lalu terlunta-lunta di Bandung bersama orang tuanya. Hingga kini, ia tidak melanjutkan sekolahnya.  

Dari keterangan pihak BinMas Polsek Coblong, Rusmana, sebagian besar anak jalanan di daerah Simpang Dago, Sumur Bandung, dan Dipati Ukur merupakan anak putus sekolah. Mereka terpaksa bekerja di jalanan sebagai pengamen, pengemis atau pekerjaan lainnya karena tuntutan ekonomi. Jangankan untuk biaya sekolah, makan sehari-hari pun sering kekurangan. Sehingga semangat mereka untuk bersekolah, sering tak ada lagi.   

"Mudah-mudahan kedatangan pihak DPU Daarut Tauhiid ke sini bisa memotivasi anak-anak untuk bisa melanjutkan sekolah mereka," ujar Rusmana. 

Selain Bersahabat Anjal, DPU Daarut Tauhiid juga mengadakan Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Dhuafa (Bersahabat Yatim & Dhuafa). Berbeda dengan Bersahabat Anjal yang dilaksanakan di perempatan jalan, kegiatan ini diadakan di beberapa pusat perbelanjaan (mall) serta masjid di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya. (Hafshah Nurul Afifah/2011) 


Sumber: http://www.dpu-online.com/news/detail/1612