Rabu, 31 Juli 2013

Kunjungan Anak Asuh DPU ke Puspa Iptek

www.dpu-online.com
Banyak cara yang bisa dilakukan anak-anak untuk memanfaatkan libur sekolah. Salah satunya adalah dengan mengunjungi tempat bernuansa pendidikan. Tak harus mahal, yang penting anak-anak dapat mengambil pelajaran dari tempat kunjungannya.

Rumah Asuh Daarul Ihya Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) pada Ahad (14/11), memanfaatkan libur sekolah dengan mengunjungi Puspa Iptek, Kota Baru Parahyangan. Anak-anak mempelajari berbagai simulasi science yang ditampilkan menarik di tempat tersebut.

Menurut Sansan, pengasuh Rumah Asuh Daarul Ihya, kegiatan ini bertujuan agar anak-anak asuh menjadi kreatif. Tak hanya itu, anak-anak juga diberi tugas untuk mencatat pelajaran yang didapatkan di tempat tersebut. Dengan demikian, setelah kembali ke asrama dan sekolah, mereka dapat mempraktikkannya.(Astri Rahmayanti/2010)

Warga Gunung Halu Ikuti Pengobatan Gratis

Selasa (6/12), Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid kembali mengadakan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Kali ini bertempat di Kampung Majlis, Desa Celak, Gunung Halu, Bandung Barat. Hadirnya pemeriksaan dan pengobatan gratis ini, disambut antusias oleh warga sekitar Gunung Halu. Acara punberlangsung dari pagi hingga sore hari.

Tercatat, ada 146 orang yang terdaftar mengikuti pemeriksaan dan pengobatan gratis. Tidak berbeda tentunya dengan sebelumnya. Pelayanan kesehatan berupa pengobatan umum, pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, dan pemberian makanan tambahan kesehatan bagi balita dan anak-anak.

"Pemeriksaan dan pengobatan gratis merupakan program rutin yang diadakan tiap bulannya, di seluruh desa mandiri binaan DPU Daruut Tauhiid oleh Tim Pusat Sosial Kemanusiaan (Pusosman), dana yang dikeluarkan bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dititipkan di DPU Daarut Tauhiid oleh para donator (muzakki)," ujar Aji, Kasubag Pusosman.

"Program ini hasil kerja sama antara DPU Daarut Tauhiid dengan Pusat Kesehatan Terpadu (PKT) Daarut Tauhiid. Semoga kegiatan ini dirasakan besar manfaatnya oleh warga sekitar," lanjutnya. (Setiadi/2011)

Belajar dan Bermain bersama Bersahabat

www.dpu-online.com
Bocah berusia empat setengah tahun itu tampak serius berfikir. Ana namanya. Terlihat sesekali ia mondar-mandir, berdiri-jongkok memikirkan ingin menjadi apa. Ketika ditanya, dengan ekspresi kaget dan tersenyum ia berkata, "Ingin menjadi dokter."

Lain halnya dengan Ujey, walaupun masih berusia empat tahun, ketika ditanya cita-citanya, dengan melompat dan mengangkat tangan ia berteriak penuh semangat, "Mau jadi pemain sepak bola!"

Tidak hanya Ana dan Ujey, 153 teman-temannya juga berperilaku serupa. Mereka asyik menulis cita-cita, akan jadi apa mereka kelak. Sebagiannya lagi bercanda ria menikmati berbagai permainan di Wisata Alam Pangjugjugan Cilembu Sumedang.

Rabu (18/8), Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) mengadakan acara Bersahabat (Berbuka bersama Anak Yatim dan Dhuafa). Acara ini dikemas denganoutbond, yaitu belajar mengenal alam dengan mencatat tumbuhan yang ditemui selama perjalanan, keberanian menghadapi tantangan dan games mencatat cita-cita.

Kali ini, para peserta Bersahabat adalah anak-anak yang orangtuanya merupakan penerima program Microfianance Syariah Berbasis Masyarkat (Misykat) dan Desa Ternak Mandiri (DTM) DPU DT. (Iha Nurhayati/2010)

Tebar Kursi Roda, Tebar Kebahagiaan!

www.dpu-online.com
Pratiwi Wulandari (12), remaja asal Kelurahan Pipa Reja, Palembang ini terlihat bahagia dengan benda yang baru dimiliknya. Bukan baju, sepatu, atau mainan baru. Bukan juga benda yang lazim dimiliki remaja seusianya. Sebuah kursi roda baru bantuan dari Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid membuat Pratiwi bahagia.

Tangan dan kaki Pratiwi lumpuh total sejak masih kecil. Saat ini, aktifitasnya hanya di rumah dan sekolah di salah satu SLB di Palembang. Tak hanya Pratiwi, Ujang Nurdin (69) dan Rozak (32) pun ikut berbahagia setelah mendapatkan bantuan kursi roda dari DPU Daarut Tauhiid.

Saat ini telah sebelas kursi roda yang disalurkan. Bantuan diserahkan langsung oleh pihak DPU Daarut Tauhiid kepada para penerima pada Jumat (21/6), Selasa (21/6), dan Ahad (3/7). (Clara/2011)

Kaca Mata Gratis untuk Anak SMPN 2 Pajangan

www.dpu-online.com
Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid bekerja sama dengan Dyandra Promosindo mengadakan pembagian kaca mata gratis untuk para siswa SMPN 2 Pajangan. Acara diselenggarakan pada Rabu (19/10), di SMPN 2 Pajangan, Bantul. Para siswa terlihat antusias mengikuti acara yang diselenggarakan dari pukul 08.00 hingga 11.00 tersebut.

Acara dimulai dengan sambutan dari kepala sekolah SMPN 2 Pajangan Bantul, Ketua divisi Pendayagunaan DPU Daarut Tauhiid, dan dari Dyandra Promosindo Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pembinaan generasi muda bagi para siswa.
 
Para siswa mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat dari pakarnya. Mulai dari pentingnya menjaga kesehatan mata dari dr. Nani, bahaya narkoba dari dr. Tomi, hingga tata tertib lalu lintas dari pihak kepolisian. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembagian kaca mata gratis dan zona juice wortel untuk kesehatan mata. 

Sebelumnya, telah dilaksanakan pemeriksaan gratis pada Selasa (11/10) bagi 400 Siswa SMPN 2 Pajangan, Bantul. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian acara pemberian kacamata gratis oleh Dyandra Promosindo dan DPU Daarut Tauhiid. Semoga acara ini bisa meringankan para siswa sehingga proses belajar dapat berjalan dengan baik. (Nurdin Syaiful Baladi/2011) 


Sumber: www.dpu-online.com

Selasa, 30 Juli 2013

Berbaur Asa di Semarak Khitanan Berkah

www.dpu-online.com
Ahad (3/7) pagi merupakan hari membahagiakan sekaligus ‘menakutkan' bagi sejumlah anak dan orang tuanya. Suasana ceria dan penuh tawa seakan berubah menjadi hari yang penuh air mata. Bagi para orang tua, ada rasa bahagia sekaligus sedih ketika melihat anaknya menangis saat dikhitan.

Sebanyak 220 anak dari keluarga kurang mampu (dhuafa) yang berasal dari daerah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, Sumedang dan sekitarnya mengikuti acara Semarak Khitanan Berkah. Tak hanya diikuti masyarakat umum, acara ini pun diikuti anak yang berasal dari beberapa desa binaan Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid dalam program Desa Mandiri.

Kegiatan hasil kerja sama dengan Bank Mandiri ini berlangsung di Sentral 5 Komplek Pesantren Daarut Tauhiid. Sebelum dikhitan, acara diawali dengan pawai peserta menggunakan 35 andong dan 20 becak.

Ditemui disela-sela berlangsungnya acara, Ferry Robbani, Head of FI Coverage & Solution Group Bank Mandiri berharap acara Semarak Khitanan Berkah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, orang tua, dan anak-anak. Ferry juga menambahkan agar jalinan kerja sama antara DPU Daarut Tauhiid dan Bank Mandiri semakin erat.

"Sebagai bagian dari program bina lingkungan Bank Mandiri, kami sangat senang bekerja sama dengan DPU Daarut Tauhiid dalam melaksanakan khitanan massal bagi 220 anak," tutur Ferry. 

Sambil menunggu giliran untuk dkhitan, peserta dihibur oleh penampilan nasyid, marawis, dan dongeng anak. Setelah dikhitan, mereka pun mendapat santunan dan perlengkapan sekolah.

"Mudah-mudahan dengan diadakannya acara khitanan ini, baik Bank Mandiri maupun DPU Daarut Tauhiid bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat. DPU Daarut Tauhiid sangat berterima kasih pada Bank Mandiri dan semua pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ini," ujar Asep Hikmat, Direktur DPU Daarut Tauhiid. (Astri Rahmayanti/2011) 

Sumber: www.dpu-online.com

Kesling di Desa Umbul Metro

www.dpu-online.com
Nikmat sehat merupakan harta berharga yang Allah titipkan kepada kita. Saat nikmat tersebut hilang, barulah kita sadari betapa berharganya nikmat tersebut. Untuk mendapatkannya kembali, tak jarang sebagian orang rela merogoh kocek dalam-dalam demi mendapatkan nikmat sehat yang hilang itu.

Bekerjasama dengan PT PLN wilayah Lampung, Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid memberikan layanan kesehatan keliling untuk warga kurang mampu. Sabtu (24/9), pelayanan kesehatan dilaksanakan di Jalan Kramat, Umbul Metro, Candimas 3, Natar. Sebanyak 80 warga ikut serta kegiatan tersebut.

DPU Daarut Tauhiid juga bekerjasama dengan Bulan Sabit Merah dalam pengadaan tenaga medis. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan banyak warga kurang mampu yang terbantu dan jangkauan layanan kesehatan keliling pun semakin luas. Selain itu, kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan pun semakin meningkat. (Basrianto/2011) 


Sumber: http://www.dpu-online.com/news/detail/1629